Senin, 26 Maret 2018
Senin, 19 Maret 2018
Senin, 12 Maret 2018
Senin, 01 Januari 2018
Sinopsis film ayat-ayat cinta 2
Ayat –ayat cinta 2 yang
merupakan kelanjutan dari film sebelumnya bercerita Fahri Abdullah (Fedi Nuril)
saat ini hidup sendiri di Edinburgh, bersama asistennya Hulusi (Pandji Pragiwaksono).
Fahri telah kehilangan Aisha tujuh bulan lalu, saat Aisha menjadi sukarelawan
di jalur Gaza. Sejak saat itu Fahri tidak pernah lagi mendengar kabar tentang
Aisha.
Fahri terus menunggu dalam
kesedihannya yang mendera hatinya. Kesedihan yang coba dia atasi dengan
kesibukannya sebagai seorang dosen dan juga pengusaha sukses di kota tersebut.
Fahri juga disibukkan dengan kehadiran Misbah (Arie Untung), sahabat lamanya,
yang ingin menumpang tinggal bersamanya.
Fahri seringkali dihadapkan
pada persoalan tetangga-tetangganya yang beragam. Ada nenek asal Yahudi,
Catarina (Dewi Irawan) yang sedang mengalami permasalahan dengan anak tirinya.
Ada juga Keira McGills (Chelsea Islan) seorang pemain biola berbakat yang
sangat membenci Fahri, karena dianggap sebagai teroris yang telah menyebabkan
kematian ayah mereka akibat bom di London.
Fahri mencoba untuk terus
menjalankan amanah Aisha agar dia bisa membantu orang-orang di sekelilingnya.
Nia baik Fahri ini seringkali malah membuat salah paham dan menyeret ke
persoalan yang lebih rumit dan membahayakan hidupnya.
Kehidupan Fahri menjadi
semakin rumit ketika hadir Hulya (Tatjana Saphira) keponakan Aisha yang
sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Hulya yang ceria dan dinamis,
menunjukkan ketertarikannya pada Fahri.
Hulya bersedia menggantikan
peran Aisha dalam kehidupan Fahri.
Fahri ragu untuk membuka
hatinya bagi kehadiran Hulya, itu sama saja dia mengakui bahwa Aisha sudah
meninggal. Fahri masih berharap, setiap malamnya, Aisha kembali muncul dalam hidupnya.
Semua mendukung Fahri
melanjutkan hidupnya bersama Hulya, termasuk Sabina (Dewi Sandra) seorang
perempuan terlantar berwajah cacat yang ditampung Fahri untuk tinggal bersama
mereka. Sabina yang sudah dianggap saudara oleh Fahri, ternyata tidak saja
membantu mengurusi rumah Fahri, tapi juga mampu membuat Fahri melanjutkan
hidupnya.
Jenis Film : Drama
Durasi : 102
menit
Negara Asal : Indonesia
Sutradara : Guntur
Soeharjanto
Penulis Naskah : Alim
Sudio, Ifan Ismail
Produser : Manoj
Punjabi
Pemain : Fedi Nuril, Tatjana
Saphira, Chelsea Islan, Dewi Sandra, Pandji Pragiwaksono, Nur Fazura, Dewi Irawan
Budaya pernikahan adat sunda dan filosofinya
Tanah pasundan nyatanya memiliki serangkaian prosesi
pernikahan adat yang unik dan khas. Tiap prosesi yang dilaksanakan tersebut pun
memiliki makna dan filosofi tersendiri. Meskipun beberapa prosesi memiliki
kemiripan dengan ritual adat lainnya (misalnya, siraman seperti adat Jawa dan
Buka Pintu seperti adat Betawi), namun tetap saja ada terdapat keunikan
tersendiri yang tidak ditemukan di daerah lainnya.
Narosan atau Ngalamar
Seperti layaknya pernikahan pada umumnya, lamaran
merupakan proses awal sebelum kedua pihak keluarga menikahkan anak mereka. Di
bumi Parahiyangan, prosesi lamaran adat Sunda dikenal dengan istilah
Narosan. Dalam acara lamaran, kedua pihak keluarga juga membicarakan kapan
dan bagaimana acara akad nikah diselenggarakan. Soal biaya yang diperlukan juga
termasuk pembahasan dalam acara lamaran.
Salah satu hal menarik yang harus diperhatikan, saat
melamar mojang yang diincar, pihak keluarga calon mempelai pria datang ke
kediaman keluarga pihak wanita dengan membawa beberapa barang yang sifatnya
‘wajib’. Antara lain adalah lemareun–seperti daun sirih, apu atau
kapur sirih, dan gambir yang menyehatkan. Selain itu, juga dibawa satu set
busana untuk si gadis.
Ngebakan atau Siraman
Sama halnya seperti siraman adat Jawa, prosesi
Ngebakan memiliki makna/filosofis menyucikan diri calon mempelai secara lahir
dan batin. Prosesi ngebakan umumnya digelar seminggu atau tiga
hari menjelang hari peresmian pernikahan. Uniknya, baik calon pengantin wanita
maupun pria, semuanya melalui prosesi ini secara terpisah di kediaman
masing-masing. Bagi calon pengantin beragama muslim, terlebih dahulu akan
digelar pengajian dan pembacaan doa khusus.
Ngeyeuk Seureuh
Ngeyeuk seureuh sendiri bisa diartikan sebagai prosesi
meminta doa restu oleh calon mempelai kepada orangtua masing-masing yang
disaksikan sanak keluarga. Dalam prosesi ini pula kedua orangtua akan
memberikan nasihat kepada anaknya melalui lambang benda-benda yang ada dalam
prosesi ini.
Sawer
Setelah proses pernikahan secara agarma, kedua
orangtua menyawer pasangan pengantin. Peralatan yang diperlukan saat saweran
sendiri terdiri dari uang receh, beras, irisan kunyit tipis, permen, dan
tek-tek yang ditempatkan di dalam bokor. Masing-masing bahan tersebut memiliki
makna berupa doa-doa untuk kedua mempelai. Saat prosesi sawer biasanya kedua
pengantin. Agar semakin hikmat saweran juga diiringi nyanyian
Kidung yang berisi nasihat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan
rumah tangga.
Meuleum Harupat
Tata cara prosesi ini ialah mulanya pengantin pria
memegang harupat, pengantin wanita membakar lilin atau pelita sampai menyala.
Lalu pengantin wanita akan menyiram nyala harupat sampai padam, kemudian
pengantin pria mematahkan lalu dibuang. Prosesi ini melambangkan nasihat kepada
kedua mempelai senantiasa bersabar dalam berumah tangga
Nincak Endog
Nincak Endog atau injak telur dilakukan dengan cara
pengantin pria menginjak telur di atas cower. Lalu, pengantin wanita
membersihkan kaki pengantin pria dengan air kendi, untuk kemudian kendi
tersebut lalu dipecahkan. Prosesi ini memiliki filosofi bahwa itikat dan
tanggung jawab suami ialah sebagai kepala rumah tangga. Sementara istri
mengikuti bimbingan suami.
Melepas Sepasang Merpati
Kedua orangtua akan melepaskan sepasang merpati putih
ke angkasa sebagai simbolisasi bahwa kedua orang tua melepas tanggungjawab
karena pasangan mempelai sudah mampu mandiri.
Buka Pintu
Kedua mempelai akan diwakili oleh Juru mamaos atau
orang yang ahli dalam melakoni prosesi ini. Masing-masing perwakilan akan
saling tanya jawab berupa syair atau tembang. Pada prosesi ini pengantin pria
berada di luar pintu dengan pengantin wanita yang berada di dalam rumah. Buka
pintu melambangkan petuah agar suami dan istri saling menghargai dan tidak
pernah henti saling mengasihi.
Huap Lingkung
Pasangan mempelai disuapi oleh Ibu pengantin wanita,
bapak mempelai wanita, selanjutnya oleh kedua orang tua mempelai pria. Lalu
kedua pengantin saling menyuap satu piring berisi tujuh bulatan nasi kuning.
Pengantin pria menyuap dengan tangan kanan, pengantin wanita dengan tangan
kiri, saling menyuap melalui pundak masing-masing 3 kali.
Satu bulatan yang tersisa diperebutkan keduanya,
kemudian dibagi berdua. Huap lingkung menjadi simbol kasih sayang kedua orang
tua masing-masing sama besarnya terhadap anak maupun menantu
Pa Betot-betot Bekak Ayam
Kedua mempelai duduk berhadapan, masing-masing
memegang paha ayam. Kemudian, pembawa acara memberi aba-aba agar kedua
pengantin seerentak tarik-menarik bekakak ayam. Yang mendapat bagian lebih
besar harus membaginya kepada pasangan dengan cara digigit bersama. Makna dari
tradisi ini ialah rejeki yang mereka peroleh harus dimiliki bersama.
Jumat, 29 Desember 2017
PRO DAN KONTRA LGBT
LGBT atau
kepanjangannya yaitu lesbian, gay, biseksual, dan trans gender. Istilah ini
digunakan sudah sejak tahun 90-an untuk menyatakan komunitas gay atau kelompok
kelompok tertentu seperti pada akronim yang disebutkan. Menilik singkat
mengenai sejarah LGBT ini, ternyata homoseksual sudah ada sejak jaman dahulu.
Bahkan pada gambar atau relief mesir kuno juga ditemukan gambar dua orang pria
yang saling berciuman. Meskipun beberapa peneliti menentang kesimpulan
tersebut, karena masing masing memiliki keluarga anak dan istri.
Perilaku
homoseksual terus menerus ada sejak jaman dahulu, dan menjadi pertentangan
diantara masyarakat dan juga dianggap perbuatan dosa. Homoseksual juga
dikatakan sebagai penyimpangan dan merupakan perilaku abnormal. Beberapa
anggapan pada mulanya mengartikan perilaku menyimpang ini seperti jiwa laki-
laki yang terjebak di tubuh perempuan atau sebaliknya. Perdebatan demi
perdebatan terus muncul dan penelitian terus dilakukan.
Penelitian
lebih banyak dilakukan oleh para psikiater dan mengartikan bahwa homoseksual
maupun heteroseksual merupakan penyakit mental dan kelainan mental. Beberapa
ahli menyimpulkan pengertian dari LGBT itu setelah melakukan berbagai macam
percobaan, penelitian, maupun pengamatan sosial.
·
Lesbian
Lesbi atau lesbian merupakan istilah bagi perempuan yang mengarahkan
pilihan orientasi seksualnya kepada semua perempuan atau disebut juga perempuan
yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau spiritual.
Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda jika merujuk pada perempuan yang
menyukai sesama jenis, atau sebagai kata sifat apabila bermakna ciri objek atau
aktivitas yang terkait dengan hubungan sesama jenis antar perempuan.
Gay adalah sebuah istilah yang umumnya digunakan untuk merujuk orang
homoseksual atau sifat-sifat homoseksual. Istilah ini awalnya digunakan untuk
mengungkapkan perasaan "bebas/ tidak terikat", "bahagia"
atau "cerah dan menyolok". Kata ini mulai digunakan untuk menyebut
homoseksualitas mungkin semenjak akhir abad ke-19, tetapi menjadi lebih umum
pada abad ke-20. Dalam bahasa Inggris modern, gay digunakan sebagai kata sifat
dan kata benda, merujuk pada orang terutama pria gay dan aktivitasnya, serta
budaya yang diasosiasikan dengan homoseksualitas.
Biseksual
Biseksualitas merupakan ketertarikan romantis, ketertarikan seksual, atau
kebiasaan seksual kepada pria maupun wanita. Istilah ini umumnya digunakan
dalam konteks ketertarikan manusia untuk menunjukkan perasaan romantis atau
seksual kepada pria maupun wanita sekaligus.
Transgender
Transgender adalah orang yang mengadopsi peran dan nilai-nilai lawan jenis
kelamin biologisnya, misalnya seseorang yang secara biologis perempuan lebih
nyaman berpenampilan dan berperilaku seperti stereotipe laki-laki. Waria adalah
salah satu contoh kategori ini karena memenuhi ciri-ciri kelompok tersebut.
Queer
Queer, adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada lesbian, gay,
biseksual, dan kadang-kadang juga transgender. Beberapa orang menggunakan kata
queer sebagai alternatif untuk “LGBT” dalam upaya untuk menjadi lebih inklusif.
Penggunaan kata queer bisa saja dianggap menghina atau malah peneguhan
konotasi. Sekarang banyak orang yang berusaha memberi arti positif terhadap
istilah yang dulu sering digunakan dengan cara yang negatif. Dalam kamus,
Queer itu artinya sangat negatif, yaitu aneh, belok (tidak lurus), karena aneh
dan tidak lurus maka ia diartikan menyimpang atau abnormal.
Ada
beberapa faktor yang menjadi penyebab LGBT :
- Faktor keluarga
Seorang anak yang tidak mendapatkan perilaku menenangkan dari keluarga.
Biasanya pelaku tindakan tidak menyenagkan adalah orang tua, misalnya seorang
anak perempuan sering dianiaya atau melihat ibunya diperlakukan kasar oleh
ayahnya sehingga dapat terjadi kemungkinan kelak saat menjadi dewasa anak
perempuan tersebut sangat membenci lelaki dan tidak ingin menikah dengan lelaki
karena mengalami trauma yang cukup membekas saat usia anak-anak tersebut.
Sehingga ia hanya menyukai perempuan atau sejenis saja.
- Pergaulan dan
lingkungan
Kebiasaan pergaulan dan lingkungan merupakan hal yang sangat berpengaruh
dalam masalah ini, karena pergaulan dan lingkungan adalah tempat setelah
keluarga dimana seseorang berinteraksi dan menyesuaikan diri nya, karenanya
pergaulan dan lingkungan yang kurang kondusif dapat mempengaruhi perkembangan
psikologis dan kebiasaan seseorang. Masuknya pengaruh budaya dari lingkungan
luar dapat memicu terjadinya pergeseran nilai norma interen, sehingga
begitu rawan untuk perkembangan seseorang yang lebih condong untuk meniru
kebiasaan seks menyimpang tanpa membatasi dirinya.
- Genetik
Dari beberapa penelitian menunjukan hasil genetik ikut berperan dalam hal
ini yaitu, dalam dunia kesehatan seorang lelaki normal memiliki kromoson xy
dalam tubuhnya, sedangkan wanita normal kromosonnya adalah xx. Akan tetapi
dalam beberapa kasus ditemukan bahwa seorang pria bisa saja memiliki
jenis kromoson xxy, ini artinya bahwa laki-laki memiliki kelebihan satu
kromoson. Akibatnya lelaki tersebut bisa memiliki perilaku agak mirip dengan
prilaku perempuan. Seseorang yang memiliki kadar hormon testoteron yang rendah
dalam tubuhnya, maka bisa mengakibatkan terhadap perubahan perilakunya, seperti
perilaku laki-laki mirip dengan prilaku perempuan.
- Ahklak dan Moral
Ada beberapa hal yang dapat berpengaruh pada perubahan akhlak dan moral
seseorang yaitu, ketika seseorang memiliki tingkat keimanan yang rapuh dan
lemah sangat besar kemungkinan untuk melakukan tindakan yang menyimpang, karena
iman adalah pondasi yang paling tepat untuk membatasi diri mengendalikan hawa
nafsu. Dimana seseorang yang memiliki keimanan rendah akan lebih sulit
mengendalikan dirinya dari perilaku menyimpang salah satunya kebiasaan seks.
Diperparah dengan banyaknya rangsangan seksual dari beberapa hal contoh:
majalah porno, VCD porno atau video-video yang bebas kita akses diinternet
sebagai pemicu aktifitas seksual lainnya.
- Pendidikan dan
pengetahuan tentang agama
Pengetahuan serta pemahaman agama seseorang yang sangat rendah dapat memicu
beberapa penyimpangan. Karena dalam semua agama tidak ada yang mendukung
perilaku menyimpang LBGT sehingga seharusnya seseorang yang memiliki pendidikan
dan pemahaman agama yang baik dapat menghindari perilaku menyimpang seks
tersebut.
Berikut
Dampak-dampak yang ditimbulkan dari LGBT
- Dampak kesehatan
dapat tertular penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, penyakit kelamin
berbahaya lainnya. Menganggu sistem reproduksi karena secara biologis
tidak mungkin terjadi hasil pembuhan sel dari pasangan yang sejenis alat
reproduksinya.
- Dampak sosial tidak
memiliki pasangan pasti, mendapat sindiran dan cibirin dari beberapa
pihak.
- Dampak pendidikan
dapat putus sekolah, karena mereka merasa tidak nyaman dan bahkan dapat
dikeluarkan dari sekolahnya
- Dampak keamanan jelas tidak ada yang dapat menjamin karena pelaku penyimpangan mendapat mengancam n memicu terjadinya pelecehan dan tindak kriminal lainnya.
Penyebab
Berikut
ini terdapat beberapa penyebab seseorang bisa terkena sindrom LGBT,
diantaranya:
Genetik
Franz
Kallman melakukan penelitian nya terkait homoseksual dan menemukan komponen
genetik yang kuat. Pria homoseksual cenderung aakan memiliki saudara
homoseksual dari gen ibunya.
Hormon
Sebuah
penelitian menyatakan pria dengan homoseksual memiliki tingkat hormon androgen
lebih rendah dari pada heteroseksual. Pendapat peneliti lain juga menyatakan
stres saat kehamilan dapat menyebabkan pembentukan gen homoseksual.
Ketidaknyamanan peran gender
Laki
laki gay memiliki sifat feminim dan lesbian bersifat lebih maskulin. Hal ini
disebut juga cross gender yang memang tidak dapat dihubungkan sebab akibatnya.
Laki laki feminin akan lebih menyukai sosok yang lebih kuat dan maskulin
seperti pria. Dan wanita maskulin menyukai sosok yang lebih girly seperti
wanita. Hal ini juga bisa muncul karena ketidaknyamanan atau diejek oleh teman
teman sebaya karena bentuk tubuh yang maskulin, kuat, atau lainnya sehingga
anak perempuan yang tidak nyaman akan menjadi tomboy.
Interaksi kelompok teman sebaya
Ketertarikan
seksual yang lebih cepat pada usia anak memungkinkan sebagai pemicu juga. Anak
pada usia 12 tahun masih bermain dengan sesamanya dan belum berani kontak
dengan lawan jenis. Ketika perasaan erotis itu muncul, maka akan berfokus pada
teman teman lelakinya juga.
Sosial
Penyimpangan
perilaku ini juga tidak terlepas dari peranan sosial atau masyarakat
disekitarnya termasuk orang orang terdekat. Misalnya apabila anak laki laki
dibiasakan bermain boneka dari kecil akan membentuk jiwa yang feminin dan
sebaliknya. Selain itu gaya hidup perkotaan dan cara bicara orang orang
disekitarnya memacu orang untuk perkembang ke arah yang menyimpang karena rasa
ingin tahu dan tuntutan sosial
Berikut
Dampak-dampak yang ditimbulkan dari LGBT
- Dampak kesehatan dapat
tertular penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, penyakit kelamin berbahaya
lainnya. Menganggu sistem reproduksi karena secara biologis tidak mungkin
terjadi hasil pembuhan sel dari pasangan yang sejenis alat reproduksinya.
- Dampak sosial
tidak memiliki pasangan pasti, mendapat sindiran dan cibirin dari beberapa
pihak.
- Dampak pendidikan
dapat putus sekolah, karena mereka merasa tidak nyaman dan bahkan dapat
dikeluarkan dari sekolahnya
- Dampak keamanan
jelas tidak ada yang dapat menjamin karena pelaku penyimpangan mendapat
mengancam n memicu terjadinya pelecehan dan tindak kriminal lainnya.
Cara
mencegah dan menanggulangi LGBT
- Selalu mencoba dan
berusaha menanamkan keyakinan dalam hati untuk meningkatkan keimanan dan
ketakwaan pada Allah SWT.
- Memperketat
peraturan perundang-undangan berkaitan ijin kebebasan praktik hubungan
seksual sejenis.
- Mendirikan pusat
kajian yang bersifat komprehensif dan integratif untuk melakukan
penelitian serta konsultasi psikologis dan pengobatan bagi pengidap LGBT.
- Menyebarluaskan
tentang bahaya LGBT.
- Para pemimpin dan
tokoh serta ahli spikologi perlu melakukan penyuluhan dan pendekatan
kepada media agar mencegah penyebaran praktik LGBT.
- Mendukung
orang-orang yang sadar dari LGBT dangan sarana dan prasarana agar dapat
berhimpun dan menyadarkan dirinya dalam menjalani kehidupan dan
melaksanakan aktifitas penyadaran kepada para LGBT.
Langganan:
Postingan (Atom)





